https://saweria.co/jamilsaiful

Jumlah pertemuan pada RPP

Dari ATP ke Jadwal Nyata: Menentukan Jumlah Pertemuan dalam RPP
Catatan Kurikulum · Perencanaan Pembelajaran

Dari ATP ke Jadwal Nyata:
Menentukan Jumlah Pertemuan dalam RPP

Jumlah TP dalam ATP menunjukkan berapa banyak yang harus dicapai murid — tapi bukan berarti satu TP otomatis sama dengan satu pertemuan. Berikut yang perlu dipertimbangkan guru sebelum menuliskan angka itu di RPP.

01CP
02TP
03ATP
04 — sedang dibahasRPP

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) memuat rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah disusun secara logis dari awal hingga akhir fase. Ketika ATP itu diturunkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pertanyaan yang sering muncul di ruang guru adalah: berapa kali pertemuan yang dibutuhkan untuk setiap TP?

Jawabannya tidak selalu satu TP sama dengan satu pertemuan. Jumlah pertemuan pada RPP disusun mengikuti jumlah TP yang telah menjadi ATP, namun realisasinya di lapangan bergantung pada empat hal berikut.

Empat Hal yang Menentukan Jumlah Pertemuan

Faktor 1

Karakteristik Murid

Kecepatan belajar, gaya belajar, dan kesiapan awal murid berbeda-beda di tiap rombel. TP yang sama bisa selesai dalam satu pertemuan di satu kelas, tapi butuh dua di kelas lain.

Faktor 2

Kompleksitas TP

TP yang menuntut penalaran tinggi, praktik berjenjang, atau banyak subketerampilan wajar membutuhkan lebih dari satu pertemuan dibanding TP yang bersifat pengenalan.

Faktor 3

Ketersediaan Sarpras

Akses ke laboratorium, alat praktik, ruang khusus, atau jaringan internet ikut menentukan apakah sebuah TP bisa dituntaskan sekaligus atau perlu dipecah ke beberapa sesi.

Faktor 4

Kontekstualitas

Keterkaitan TP dengan lingkungan, budaya lokal, dan isu nyata di sekitar murid kadang menuntut waktu tambahan untuk observasi, proyek, atau kunjungan lapangan.

Intinya: jumlah pertemuan bukan angka tetap dari ATP, melainkan hasil pertimbangan guru terhadap keempat faktor di atas — disesuaikan dengan kondisi kelas yang sebenarnya.

Cocokkan dengan Analisis Hari Efektif

Sebelum jumlah pertemuan itu ditulis final di RPP, guru perlu memeriksanya kembali terhadap kalender pendidikan — berapa hari efektif yang tersedia dalam satu semester setelah dikurangi hari libur, kegiatan sekolah, asesmen, dan hari besar. Rencana yang bagus di atas kertas bisa tidak terlaksana kalau jumlah pertemuannya melebihi hari efektif yang benar-benar tersisa.

Analisis hari efektif memetakan hari sekolah yang tersisa untuk pembelajaran tatap muka, di luar libur nasional, jeda semester, dan agenda sekolah lainnya.

Hari efektif belajar Libur / non-efektif

Referensi

  • 1
    Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025

    Merevisi Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, menegaskan prinsip pembelajaran mendalam yang harus tercermin dalam penyusunan modul ajar dan RPP, termasuk cara CP diturunkan menjadi ATP.

  • 2
    Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 046/H/KR/2025

    Tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah — menjadi acuan awal sebelum CP diuraikan menjadi TP dan ATP.Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang Benar Masih sering bingung menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)? Padahal, TP yang baik akan menjadi penentu arah pembelajaran di kelas. Jika TP sudah jelas, guru akan lebih mudah memilih metode, menyusun asesmen, dan memastikan murid benar-benar mencapai kompetensi yang diharapkan. Berikut cara menyusun TP yang benar. 1. Mulailah dari Capaian Pembelajaran (CP). TP harus diturunkan dari CP, bukan dibuat berdasarkan materi semata. 2. Berpusat pada murid. Tuliskan apa yang akan dapat dilakukan oleh murid setelah mengikuti pembelajaran. 3. Gunakan Kata Kerja Operasional (KKO). Pilih kata kerja yang dapat diamati dan diukur, seperti: - Mengidentifikasi - Menjelaskan - Menganalisis - Membandingkan - Membuat - Mengevaluasi Hindari kata yang sulit diukur seperti memahami, mengerti, atau mengetahui jika tidak dijelaskan lebih lanjut. 4. Susun dengan rumus sederhana. Murid + KKO + Materi/Konten + Kondisi atau Kriteria Keberhasilan Contoh: "Murid dapat menganalisis hubungan antara gaya dan gerak melalui percobaan sederhana dengan tepat." 5. Pastikan TP memenuhi kriteria berikut. Berpusat pada murid. Jelas dan spesifik. Menggunakan KKO yang tepat. Dapat diamati dan dinilai. Sesuai dengan CP dan fase pembelajaran. Ingat, Tujuan Pembelajaran bukan sekadar kalimat dalam modul ajar. TP adalah kompas yang mengarahkan seluruh proses pembelajaran, mulai dari kegiatan belajar hingga asesmen. Kalau TP disusun dengan baik, pembelajaran akan menjadi lebih terarah, bermakna, dan memudahkan guru dalam mengukur ketercapaian belajar murid.

  • 3
    Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022

    Tentang Standar Proses, memuat prinsip perencanaan pembelajaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik peserta didik dan satuan pendidikan.

  • 4
    Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022

    Tentang Standar Penilaian Pendidikan, menjadi dasar penilaian ketercapaian TP yang turut memengaruhi kebutuhan jumlah pertemuan dalam RPP.

Catatan: rujukan di atas disederhanakan sebagai orientasi. Untuk kebutuhan administrasi resmi, periksa naskah lengkap masing-masing peraturan pada portal JDIH Kemendikdasmen.

Catatan Kurikulum · ditulis untuk membantu guru menyusun RPP yang realistis terhadap kalender sekolah.

Komentar